Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan suatu kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasiyang bersifat manajerial dengan kegiatan
strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang
diperlukan oleh pihak luar tertentu.
Komponen
dan Tipe Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komonen yang
disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yang saling berinteraksi
satu dengan yang lain untuk membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran. Blok
bangunan tersebut terdiri dari :
- Blok masukan (input block). Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Yang dimaksud dengan input di sini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
- Blok model (model block). Blok ini terdiri dari kombisnasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok keluaran (output block). Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dikumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
- Blok teknologi (technology block). Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).
- Blok basis data (database block). Basis data merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.
- Blok kendali (control block). Banyak hal dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dicegah dan bila terlanjur terjadi maka kesalahan dapat dengan cepat teratasi.
Tipe sistem informasi adalah sebagai berikut :
- Sistem Informasi Akutansi
- Sitem Informasi Pemasaran
- Sistem Informasi Manajemen Persediaan
- Sistem Informasi Personalia
- Sistem Informasi Distribusi
- Sistem Informasi Pembelian
- Sistem Informasi Kekayaan
- Sistem Informasi Analisis Kredit
- Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan
- Sistem Informasi Teknik
Semua sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk
memberikan informasi kepada semua tingkat manajemen, mulai dari manajemen
tingkat bawah hingga tingkat atas.
Perancangan
Sisten Informasi
Perancangan sistem informasi menjelaskan bagaimana
menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi agar dapat
terus maju dan eksis bila organisasi berkembang sesuai dengan teknologi dan
teori organisasi modern. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem informasi dibentuk
sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Untuk memahami bagaimana merencanakan sistem
informasi yang tepat dan sesuai dengan organisasi masing-masing, perlu diingat
bahwa perubahan sistem, baik besar maupun kecil, selalu melalui
tingkatan-tingkatan berikut :
Tingkat 1 : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan.
Tingkat 2 : Desain, merancang cara pemecahannya.
Tingkat 3 : Pelaksanaan, menerapkan desain ke dalam
sistem.
Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa apakah tingkat
pelaksanaan dijalankan sesuai dengan desain.
Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan
yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.
Tingkat 6 : Tindak lanjut, melaksanakan perubahan
sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.
Pengelolaan
Sistem Informasi
Pengelolaan sistem informasi merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari studi manajemen, sebagai mana halnya pengelolaan ketenagaan,
keuangan, organisasi, dan lain sebagainya. Barang kali dapat diasumsikan bahwa
pengelolaan sistem informasi merupakan faktor kunci bagi keberhasilan dan
terlaksananya manajemen.
Pengendalian
Sistem Informasi
Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang
tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem imformasi, bahkan memegang fungsi
yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan
informasi. Pengelola sistem informasi perlu memahami dan memiliki keterampilan
manajerial dalam melaksanakan kegiatan pengendalian sistem informasi, yakni :
- Kemampuan mengendalikan kegiatan perancangan informasi
- Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
- Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
- Kemampuan melaksanakan kegiatan koordinasi
Bila pengelola sistem informasi memiliki kemampuan
tersebut maka pelaksanaan pengelolaann sistem informasi akan terjamin dan
lancar guna mendukung keberhasilan program organisasi.