Friday, October 31, 2014

Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan suatu kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasiyang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu.

Komponen dan Tipe Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komonen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yang saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran. Blok bangunan tersebut terdiri dari :
  1. Blok masukan (input block). Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Yang dimaksud dengan input di sini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  2. Blok model (model block). Blok ini terdiri dari kombisnasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3.  Blok keluaran (output block). Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dikumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok teknologi (technology block). Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).
  5. Blok basis data (database block). Basis data merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.
  6. Blok kendali (control block). Banyak hal dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dicegah dan bila terlanjur terjadi maka kesalahan dapat dengan cepat teratasi.


Tipe sistem informasi adalah sebagai berikut :
  • Sistem Informasi Akutansi
  • Sitem Informasi Pemasaran
  • Sistem Informasi Manajemen Persediaan
  • Sistem Informasi Personalia
  • Sistem Informasi Distribusi
  • Sistem Informasi Pembelian
  • Sistem Informasi Kekayaan
  • Sistem Informasi Analisis Kredit
  • Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan
  • Sistem Informasi Teknik

Semua sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkat manajemen, mulai dari manajemen tingkat bawah hingga tingkat atas.

Perancangan Sisten Informasi
Perancangan sistem informasi menjelaskan bagaimana menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi agar dapat terus maju dan eksis bila organisasi berkembang sesuai dengan teknologi dan teori organisasi modern. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem informasi dibentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Untuk memahami bagaimana merencanakan sistem informasi yang tepat dan sesuai dengan organisasi masing-masing, perlu diingat bahwa perubahan sistem, baik besar maupun kecil, selalu melalui tingkatan-tingkatan berikut :
Tingkat 1 : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan.
Tingkat 2 : Desain, merancang cara pemecahannya.
Tingkat 3 : Pelaksanaan, menerapkan desain ke dalam sistem.
Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa apakah tingkat pelaksanaan dijalankan sesuai dengan desain.
Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.
Tingkat 6 : Tindak lanjut, melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.

Pengelolaan Sistem Informasi
Pengelolaan sistem informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari studi manajemen, sebagai mana halnya pengelolaan ketenagaan, keuangan, organisasi, dan lain sebagainya. Barang kali dapat diasumsikan bahwa pengelolaan sistem informasi merupakan faktor kunci bagi keberhasilan dan terlaksananya manajemen.

Pengendalian Sistem Informasi
Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem imformasi, bahkan memegang fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan informasi. Pengelola sistem informasi perlu memahami dan memiliki keterampilan manajerial dalam melaksanakan kegiatan pengendalian sistem informasi, yakni :
  • Kemampuan mengendalikan kegiatan perancangan informasi
  • Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
  • Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
  • Kemampuan melaksanakan kegiatan koordinasi

Bila pengelola sistem informasi memiliki kemampuan tersebut maka pelaksanaan pengelolaann sistem informasi akan terjamin dan lancar guna mendukung keberhasilan program organisasi.

Dasar-dasar SQL

SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL atau sering juga disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk mengakses database. SQL dikenalkan pertama kali dalam IBM pada tahun 1970 dan sebuah standar ISO dan ANSII ditetapkan untuk SQL. Standar ini tidak tergantung pada mesin yang digunakan (IBM, Microsoft atau Oracle). Hampir semua software database mengenal atau mengerti SQL. Jadi, perintah SQL pada semua software database hampir sama.

Terdapat 3 (dua) jenis perintah SQL, yaitu DDL, DML dan DCL.
1. DDL (Data Definition Language)
DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database untuk membangun kerangka database.  Beberapa perintah dasar yang termasuk dalam DDL antara lain :
CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
ALTER : perintah ini digunakan untuk mengubah struktur table yang sudah ada sebelumnya, seperti menambah kolom, mengubah kolom, dan menghapus kolom.
RENAME : Perintah ini digunakan untuk mengubah nama tabel lama menjadi nama tabel baru.
DROP : perintah ini digunakan untuk menghapus database seperti tabel, index, dll.
Penggunaan perintah dasar :
a.       a. Create table :
CREATE TABLE namatabel(
NAMA_ATRIBUT TIPE_DATA [KETERANGAN],
NAMA_ATRIBUT TIPE_DATA [KETERANGAN],
);
b.       Alter table
·         Untuk menambah kolom
ALTER TABLE namatabel ADD namakolom typekolom(size);
·         Untuk mengubah kolom
ALTER TABLE namatabel MODIFY namakolomlama namakolombaru typekolom(size);
·         Untuk menghapus kolom
ALTER TABLE namatabel DROP namakolom;
c.       Rename
RENAME namtabelyangdiganti TO namatabelbaru;
d.      Drop
DROP TABLE namatabel;

2. DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :
SELECT : Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
INSERT : Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
UPDATE : Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE : perintah ini digunakan untuk menghapus isi record, baik sebagian maupun seluruhnya.
Penggunaan perintah dasar :
a.       a. Select :
SELECT namakolom, namakolom,… FROM namatabel WHERE kriteria;
Contoh :
  1. SELECT nis,nama,kelas FROM siswa;
  2. SELECT * FROM siswa;
  3. SELECT nis,nama,kelas FROM siswa WHERE kelas = ‘3C’;
  4. SELECT * FROM siswa WHERE nama like ‘AN%’ ORDER BY nama ASC;

b.     b. Insert :
INSERT INTO namatabel (kolom) VALUES (value);
Contoh :
  • INSERT INTO siswa (nis,nama,kelas) VALUES (‘103099981’,’AIDA AGUSTINA’,’3C’); atau
  • INSERT INTO siswa VALUES (‘103099981’,’AIDA AGUSTINA’,’3C’);

c.       c. Update :
 UPDATE namatabel SET namakolom=value WHERE keriteria;
Contoh :
UPDATE siswa SET nama=’HERDI’ WHERE nis=’10309965’;

d.     d. Delete :
DELETE FROM namatabel WHERE keriteria;
Contoh :
DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘AIDA AGUSTINA’;



3. DCL (Data Control Language)
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pengaturan hak akses user MySQL, baik terhadap server, database, tabel maupun field. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :
GRANT : perintah ini digunakan untuk memberikan hak akses.
REVOKE : perintah ini digunakan untuk mencabut hak akses.


Tipe data pada SQL :
•VARCHAR                : Karakter dengan panjang maximal 4000 karakter.
•CHAR                                    : Karakter berukuran teteap dengan panjang maximal 2000 bytes
• Number                     : Data numerik (angka)
• Date                           : Data tanggal
• Raw                           : Data binary hingga 2000 bytes
•LONG                                    : Data teks hingga 2 gigabytes
•LONG RAW               : Data binary hingga 2 gigabytes
•ROWID                      : Nilai id dari suatu tabel
•BLOB                         : Objek binary hingga 4 gigabytes
•CLOB                         : Objek karakter hingga 4 gigabytes
•BFILE                         : Eksternal binary file, ukurannya tergantung dari sistem operasi.

Aturan Penulisan Perintah SQL

  1. Perintah dapat ditulis dalam huruf besar maupun kecil.
  2. Setiap perintah diakhiri dengan tanda titik koma “ ; “
  3. Perintah dapat ditulis satu atau beberapa baris untuk memberikan komentar pada perintah SQL. Gunakan tanda minus “ - - “ untuk  komentar 1 baris, atau di antara tanda “ \* “ dan “ *\ “ untuk komentar beberapa baris. 


Friday, October 24, 2014

PENGANTAR ORACLE DEVELOPER

Oracle merupakan suatu kelompok produk yang mendukung desain, kreasi, dan menjalankan aplikasi melalui platform yang berbeda. Tool desain, development, dan akses data dari oracle desain adalah :
- Oracle designer
- Oracle developer

Oracle developer memungkinkan untuk membangun system dengan performance yang tinggi menguntungkan bagi GUI (Graphical User Interface), database, client-server, dan teknologi web. Tools dari oracle developer mempunyai interface dan karakteristik umum yang memudahkan user dalam penggunaan serta mendesain elemen modular, kemudian dapat digunakan kembali (reusable).

1. Karakteristik utama oracle developer
a. Mendukung GUI yang komprehensif. Oracle Developer mendukung karakteristik dari Microsoft Windows 95 dan NT 4.0, menyediakan portabilitas, Machintos, dan lingkungan produksi mode karakter.
b. Aplikasi yang dapat didistribusi. Tools menyediakan lokal, client-server, dan mendukung web dengan koneksi database yang multiple peraplikasi.
c. Tools yang produk dan komperhansif. Oracle Developer menyediakan fasilitas desain yang sama melalui tool untuk fungsi umum sebagai Editor Layout dan Navigasi Object.
d. Partisipasi aplikasi. Dapat menempatkan unit program PL/SQL yang individual pada database server, aplikasi server, dan pada aplikasi slient-side yang akan disesuaikan untuk setiap kasus.
e. Source control yang fleksibel. Menyimpan definisi modul aplikasi di dalam file flat atau di dalam databse oracle.
f. Scalabilty. Memperluas aplikasi dari user tunggal menjadi 10 sampai 100 tanpa melakukan perubahan pada aplikasi.
g. Orientasi object. Oracle Development menawarkan model turunan sebelumnya yang memfasilitaskan turunan atribut dan kode dari suatu object ke object lain dan dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya melalui subclassing dan object libraries.

2. Kelebihan oracle developer
Release 6 menyederhanakan beberapa tugas developer. Karakteristik yang termasuk di dalamnya :
- Wizard untuk memudahkan tugas yang dikerjakan berulang-ulang.
- Visual query builder sebagai eksekusi yang berdiri sendiri dan sebagai sebuah utilitas yang disimpan di dalam reports.
- Sebelum didefenisikan dan template ekstensi user.
- Gallery sebelum didefenisikan dan template ekstensi user
- Mendukung klien yang berjalan pada Microsoft Messaging Application Program interface (MAPI) compliant clients untuk memudahkan distribusi report
- Open Application Programming Interface (APIs), memungkinkan developers untuk memanipulasi sebuah file, penyediaan program interface yang sangat cepat.

3. Pengenalan komponen-komponen Oracle Developer
- Project Builder
- Form builder
- Report builder
- Graphic builder
- Query Builder
- Schema Builder
- Procedure Builder
- Translation Builder

4. Komponen – komponen utama builder
Oracle developer merupakan produk untuk membuat form, report, dan Graapichs.
Oracle Developer memiliki beberapa komponen utamanya. Komponen-komponen ini termasuk pilihan dalam suatu tool yang tidak dipakai pada aplikasi yang lain, tapi fungsional utamanya adalah sama. Komponen –komponen ini membantu menyediakan lingkungan pengembangan Oracle Developer yang fleksibel dan produktif development environment.
a. Navigasi object
Navigasi objek merupakan pencarian yang hirarki dan pengeditan interface yang memungkinkan untuk mengalokasikan dan memanipulasikan objek aplikasi dengan cepat dan mudah. Karakteristiknya antara lain :
- Sebuah hirarki persentasi ulang dengan identasi dan node yang dapat dikembangkan.
- Menemukan field dan ikon
- Icon yang terdapat pada toolbar yang vertical
- Sebuah ikon yang didepannya untuk setiap objek mengindikasikan tipe objek tersebut.
b. Pallete property
Semua objek di dalam module, termasuk module itu sendiri mempunyai properties yang dapat dilihat dan dimodifikasi dalam pallete property. Karakteristiknya antara lain :
- Mengcopy dan menggunakan kembali properties dari objek lain
- Menemukan field dan ikon, sama dengan navigasi objek.
c. Layout editor
Layout editor adalah fasilitas desain grafis untuk membuat dan menyusun item interface dan objek grafikal pada aplikasi. Ketika menggunakan pallete tool dan toolbar yang terdapat pada layout editor, dapat mendesain style, warna, size, dan susunan objek visual pada aplikasi yang ada. Layout dapat memasukkan objek grafik dan image bitmap ketika dijalankan pada GUI.
d. Lingkungan PL/SQL development
Lingkungan pengembangan merupakan kumpulan fungsionalitas dari procedure builder yang ada pada builder aplikasi, yang menyediakan :
• Pengembangan trigger, procedurs, functions, dan paket data oracle developer sebaik database
• Pengembangan libraries untuk menempatkan unit program PL/SQL
• Mendebug level statement dari PL/SQL pada waktu dijalankan
e. Oracle Toolkit dan Oracle multimedia
Oracle toolkit adalah fungsi library yang menampilkan user interface event, seperti control scroll bar dan menu aktifasi. Bersama oracle multimedia menyediakan kumpulan images, suara, dan fasilitas media lainnya, toolkit mendasari pengembangan tool oracle developer, menjembatani aplikasi oracle developer dan lingkungan asli yang dikerjakan. Sebagai fasilitas yang dibutuhkan oleh aplikasi seperti membuka jendela atau menampilkan menu, oracle developer menempatkan permintaan pada toolkit yang berkomunikasi dengan platform asli.
Toolkit mencoba untuk menempatkan tugas pada interface awal, seandainya interface tersebut dapat menangani kebutuhan tersebut, maka aplikasi tersebut menggunakan karakteristik natural dari lingkungan. Artinya aplikasi oracle developer melihat dan berkelakuan menyerupai aplikasi windows NT ketika dijalankan pada windows NT, dan seperti motif atau aplikasi macintosh jika dipindahkan pada platform tersebut.
Toolkit itu sendiri menyediakan funsionalitas dimana secara pasti fungsionalitas tersebut tidak dapat melalui interface awal, contohnya pada device mode karakter. Ini menyediakan interface yang dapat beradaptasi pada aplikasi oracle developer.

5. Tahapan – tahapan penggunaan Oracle developer
a. Memulai builders
Ada dua cara untuk membuka builders :
- Buka project builder dan pilih buider yang dibutuhkan dari launchpad project builder
- Buka builder individual dari group oracle developer 6.0

b. Yang dapat dilihat dalam builders
Ketika membuka builder, pertama akan terlihat banner produk dan kemudian wizardnya. Ketika membuka builder lainnya, akan terlihat wizard. Setiap builder wizard menawarkan beberapa pilihan diantaranya :
- Membuat modul baru menggunakan wizard
- Membuat modul baru secara manual
- Membuka modul yang tersedia

c. Koneksi database
Jika membuat sebuah aplikasi yang mengakses objek database, akan membutuhkan koneksi dengan account database dari builder. Koneksi ke database dilakukan jika ingin :
- Meng-compile kode yang mengandung SQL
- Meng-akses objek database dalam navigasi objek
- Membuat objek oracle developer yang berdasarkan objek database

d. Langkah – langkah menghubungkan database
1). Pilih file – connect menu
2). Enter user database dan password pada connect dialog box. Jika tidak tersambung dengan database, sediakan string koneksi yang diperlukan atau alias database.

The builder main menu
Menu item description
File utilitas file umum seperti open, save, connect, administration.
Edit cut, copy, paste dan lainnya
View tombol view pada jendela arus ; pilihan sangat bergantung pada konteks
Navigator hanya ada pada navigasi objek ; termasuk expand, collapse, bookmark
Program termasuk kompilasi dan akses ke editor PL/SQL
Tools termasuk wizard dan preference

6. Variabel oracle developer
Oracle developer menggunakan beberapa jenis variabel. Semua itu dapat dimodifikasi pada lingkungan sendiri, kemungkinan akan terdapat nilai yang salah pada aplikasi yang lain.

Pengaturan nama Path
Oracle developer yang utama, builds – form, report, dan grapich menggunakan beberapa jenis variabel untuk mencari file yang dijalankan pada waktu itu. Ini memungkinkan untuk membuat aplikasi yang portable melalui platform dan struktur direktori, dengan menghindari path hardcoded pada referensi file dengan form, report, atau chart.

Variabel description
FORM60_PATH path yang form buildernya mencari file pada saat dijalakan
REPORTS60_PATH path yang report buildernya mencari file pada saat dijalankan
GRAPHICS60_PATH path yang grafik buildernya mencari file pada saat dijalankan

UI_ICON path yang semua buildernya mencari icon pada saat dijalankan