Sunday, October 18, 2015

KASUS TELEMATIKA DI INDONESIA

1. Kasus Artis Indonesia
Sandra Dewi kembali melakukan preskon untuk meng-klarifikasi foto-foto bugilnya yang merupakan hasil rekayasa orang yang tak bertanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut, Sandra didampingi oleh seorang pengamat telematika Roy Suryo dan perwakilan dari Multivision.
Dalam pandangan Roy, foto-foto Sandra jelas dan nyata hasil rekayasa semata. “Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya,” jelas Roy di Belezza Permata Hijau.
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
“Dan baru kali ini ada seorang artis secara tulus menelepon saya. Dalam kasus seperti ini ada tiga jenis motif. Pertama karena korban murni, kedua karena dijebak dan ketiga dengan sengaja orang tersebut menyebarkan untuk sebuah popularitas,” papar Roy.

“Dan kasus Sandra Dewi ini yang pertama. Jelas gambar ini masih terlihat kasar, tapi dengan kemajuan teknologi tidak menutup kemungkinan akan terlihat lebih halus pada tahun mendatang,” tambahnya. Sementara Sandra mengaku bahwa foto-foto bugil hasil rekayasa tersebut merupakan satu bentuk fitnah atas dirinya.

Menurut pendapat saya :
Merekayasa suatu foto dengan maksud menjatuhkan seseorang yang berkaitan dengan objek foto apalagi sampai merugikan pihak tersebut adalah suatu kejahatan yang seharusnya ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah. Tetapi peraturan tentang telematika di Indonesia masih lemah. Sudah banyak pengaduan yang diberikan terkait dengan penyalahgunaan foto seseorang yang dengan mudahnya disimpan lalu direkayasa dan dipublikasi namun tanggapan para penegak hukum masih belum bisa diharapkan. Hal itu dikarenakan pemerintah dan para penegak hukum masih belum memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan telematika pada saat ini. Perkembangan yang dimaksud bukan hanya dapat menggunakan alat-alat teknologi yang ada saat ini namun seharusnya juga mengetahui tentang software dan pogram-program yang ada. Sehingga ketika seorang pelaku kejahatan belajar tentang perkembangan telematika terbaru, pemerintah dan para penegak hukum juga harus belajar perkembangan telamtika terbaru agar dapat memberikan bukti-bukti yang kuat berdasarkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

2. Australia Menyadap Handphone Pejabat Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia diduga melakukan penyadapan terhadap 10 telepon seluler pejabat Indonesia pada tahun 2009. Dua di antaranya, yaitu Wakil Presiden Boediono dan Dino Pati Djalal (kala itu Juru Bicara Presiden Urusan Luar Negeri), menggunakan ponsel pintar BlackBerry yang dikenal mengutamakan keamanan. Informasi ini terungkap dari dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, mantan karyawan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.
     Dalam dokumen tercatat, ponsel yang dipakai Boediono dan Dino Pati Djalal adalah BlackBerry seri Bold 9000. PR Manager BlackBerry Indonesia Yolanda Nainggolan enggan berkomentar soal isu penyadapan ponsel BlackBerry yang digunakan dua pejabat tersebut. “Kami tidak bisa berkomentar banyak karena kami juga belum mengetahui bentuk penyadapannya seperti apa,” terang Yolanda saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/11/2013).
    Selama ini keamanan menjadi fokus BlackBerry dalam menyediakan layanan untuk segmen korporasi dan pemerintah. Namun, hal itu tidak menjamin ponsel BlackBerry terbebas dari penyadapan. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, ponsel BlackBerry yang dikenal aman sekalipun bisa disadap. "Pada dasarnya ponsel apa saja bisa disadap, dan caranya terbilang mudah," katanya.
   Selain BlackBerry, ponsel merek lain juga digunakan oleh pejabat Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herawati atau lebih dikenal dengan Ani Yudhoyono, tercatat memakai Nokia E90. Pejabat lain yang disadap adalah Jusuf Kalla yang menggunakan Samsung SHG-Z370, Andi Mallarangeng memakai Nokia E71, Widodo Adi Sucipto dengan Nokia E66, serta Hatta Rajasa, Sofyan Djalil, dan Sri Mulyani Indrawati memakai Nokia E90.

Menurut pendapat saya :
 Perkembangan telematika yang semakin canggih tidak menjamin bahwa keamanannya sudah baik. Dengan adanya kasus seperti ini membuktikan bahwa keamanan telekomunikasi di Indonesia masih sangat lemah dan harus diperbaiki lagi. Jika pemerintah tidak meningkatkan keamanan telekomunikasi di Indonesia maka hal tersebut bisa membahayakan bangsa Indonesia sendiri karena rahasia yang ada di Indonesia bisa didapatkan oleh negara lain. Kurangnya keamanan telekomunikasi juga meresahkan masyarakat. Bagaimana tidak, jika pejabat Indonesia saja bisa disadap apalagi jika hanya seorang masyarakat biasa. Tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi yang biasa kita lakukan sehari-hari akan disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Dampak Gadget pada Anak Usia Dini
Masa kecil adalah masa yang indah untuk mengenal dunia, untuk belajar berinteraksi secara langsung dan mengalami berbagai pertumbuhan. Berbagai interaksi face to face sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak, sehingga nantinya, ia tidak mengalami kesulitan pada saat bersosialisasi dengan teman atau orang lain. Jika dari kecil manusia sudah terlalu banyak bergantung dengan gadget dan minim interaksi langsung, maka anak tersebut nantinya akan merasakan berbagai kendala dalam berinteraksi sosial.
         Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menengah ke atas. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. Gadget memiliki fitur menarik yang ditawarkan dan seringkali membuat anak-anak cepat akrab dengannya. Anak-anak pun sekarang makin banyak menggunakan gadget hanya untuk memainkan game.
         Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget. Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda. Dan peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini. Karena fasilitas yang disediakan oleh gadget tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif juga.
      Berikut merupakan dampak negatif yang biasa langsung terjadi pada anak akibat pengaruh gadget:
Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final.
· Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
· Kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal.
·  Mengalami penurunan konsentrasi.
·  Mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan.
·  Malas menulis dan membaca.
·  Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Ekternal dan internal.


Menurut pendapat saya :
Pengaruh perkembangan teknologi memiliki banyak dampak terutama terhadap anak-anak yang dari usia dini sudah diperkanalkan pada gadget. Dampak positif yang diberikan ialah banyaknya aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran anak. Untuk anak-anak yang masih balita dan belum bersekolah, mereka dapat melatih pengenalan huruf dan warna dari aplikasi-aplikasi yang banyak disediakan di pasar gadget seperti Google Play dan Appstore. Untuk anak-anak yang telah bersekolah, mereka juga dapat mendownload aplikasi yang dapat mendukung belajar mereka di sekolah dan sebagai media hiburan dikala anak tersebut merasa bosan. Selain sebagai media belajar dan hiburan, sekarang ini anak diberikan gadget sebagai media komunikasi, baik untuk berkomunikasi dengan orang tuanya maupun dengan teman-temannya.
Tetapi pemberian gadget tersebut juga bisa memiliki dampak negatif apabila salah dalam penggunaannya. Penggunaan gadget yang terlalu sering untuk anak-anak bisa membuat mereka jadi enggan bersosialisasi dengan orang lain. Mereka cenderung lebih asik dengan gadget dari pada bersosialisasi dan bermain dengan anak seusianya. Mereka juga lebih cepat merasa puas dan tidak mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu dikarenakan kemudahan-kemudahan yang diberikan pada permainan di gadgetnya.
Menggunakan gadget yang terlalu lama juga merupakan hal yang tidak baik karena selain bisa merusak mata dengan melihat layar yang terlalu lama, jam belajar anakpun akan terganggu. Anak juga akan sulit berkonsetrasi karena pikiran mereka telah terbagi-bagi antara belajar dan meneruskan permainannya.
Maka dari itu, sebaiknya para orang tua memberikan batas terhadap pemberian gadet kepada anaknya. Ada baiknya anak hanya diberi penggunaan gadget pada jam-jam tertentu saja sehingga tidak akan mengganggu waktu belajar dan bermain anak sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya. Pastikan juga setiap kali anak menggunakan gadget agar selalu diawasi oleh orang tua.


Sumber :
http://fachryfadilla.blogspot.co.id/2015/01/pendapat-mengenai-contoh-kasus.html

TELEMATIKA

TELEMATIKA

Telematika merupakan singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu “Telematique” yang dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Telematika juga dikenal sebagai ICT (Information and Communication Technology) yaitu merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TELEMATIKA
Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode. Pertama adalah periode perintisan yang berlangsung pada akhir tahun 1970 hingga akhir tahun 1980. Pada periode tersebut pembelajaran teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia sudah mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, serta komputer mulai dikenal di Indonesia walaupun penggunanya masih terbatas.
Periode kedua ialah periode pengenalan yang berlangsung antara tahun 1990 hingga akhir tahun 1999. Teknologi telematika sudah banyak dikenal dan digunakan masyarakat. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Pada tahun 1994 internet telah masuk ke Indonesia dan setahun setelahnya juga hadir televisi swasta nasional. Periode ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Periode ketiga atau periode terakhir disebut juga sebagai periode aplikasi. Periode ini dimulai pada awal era tahun 2000 saat pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika.
Hingga saat ini perkembangan teknologi melaju dengan cepat. Banyak diciptakan media teknologi yang hanya dengan satu alat bisa memiliki banyak fungsi contohnya adalah kemajuan teknologi handphone. Pada awalnya handphone hanya bisa mengirimkan pesan dan suara berupa telepon tetapi sekarang handphone juga bisa digunakan untuk mendengarkan radio, menonton video bahkan pelacakan navigasi berbasis internet melalui GPS.

TREN TELEMATIKA DI INDONESIA
Tren telamatika di Indonesia akan berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Kini masyarakat bisa dengan mudah mencari ataupun berbagi informasi baik melalui telepon, televisi maupun internet. Tren tersebut juga akan berkembang lebih baik lagi bila diiringi dengan sumber daya yang mendukung.
Pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti dengan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi.





 Sumber :


Wednesday, August 19, 2015

Prosedur urus PI

Haiii jadi di sini gue mau sekedar berbagi informasi aja dari hasil pengalaman gue sendiri menjalani PI sampai dengan selesai. Tapi ada dua hal yang mau gue ingetin ke kalian.Pertama, informasi yang gue tulis di sini mungkin berbeda dengan yang kalian jalanin karena kadang kalo kita berhadapan sama orang lain bagian staff atau yang lainnya kalo beda orang suka beda nyuruhnya-_- dan yang kedua gue adalah mahasiswi dari jurusan Sistem Informasi jadi buat yang jurusan lain mungkin loket, tata cara, dan yang lainnya ada yang berbeda jadi harap disesuaikan lagi yaaa

Jadi setelah lo menjalani proses pembuatan PI (penulisan dan aplikasi) dengan benar maka lo akan diberi Surat ACC dari dosen pembimbing lo beserta beberapa lembar kertas, yaitu kertas nilai (ada yang dimasukiin ke dalam amplop dan ada yang gak dimasukkin ke amplop), kertas data diri, dan surat persetujuan sidang serta persyaratan yang harus dibawa pada saat mendaftar sidang. Untuk mendaftarkan diri ikut sidang itu ada di BAAK Loket 17 dan yang harus dibawa adalah pas foto formal 4x6 hitam putih 2 lembar, dan fotokopi KRS yang ada tulisan mengambil Penulisan Ilmiah.

Saat sidang pastikan lo berpakaian rapih dan jangan lupa membawa 3 eksemplar penulisan PI lo (1 aja yang diprint, yang 2nya lagi fotokopian juga gapapa), aplikasi yang dibuat (kalo aplikasi di hp, bawa hpnya, kalo aplikasi dekstop bawa laptopnya), presentasi sidang yang udah ditranparansi, dan laptop buat jaga2 kalo diruangan lo gak ada OHP jadi presentasi dari laptop. Nanti kalo udah jamnya itu biasanya ada dosen yg keluar ruangan buat nyuruh isi daftar hadir sekaligus absen. Jadi nanti yang masuk ke ruangan itu berdasarkan urutan lo isi daftar hadirnya. Proses sidang juga cuma sebentar kok maksimal sekitar 20 menit/orang tp biasanya 10-15 menit udah selesai sidangnya.

Setelah selesai sidang biasanya lo akan menerima surat revisi beserta nama dan nomor hp salah satu dosen penguji lo. Kalo bisa sih kerjain revisi itu secepatnya mumpung otak juga masih anget2 ngebahas itu hehehe. Kalo udah selesai ngerjain revisi itu lo hubungin deh dosen yg kasih nomor hp di lembar revisi minta ketemu buat ngasih hasil revisinya. Yang perlu dibawa adalah lembar revisi dari dosen penguji, kertas hasil yang udah direvisi, dan PI yang saat sidang (buat perbandingan dosen penguji kalo lo beneran udah ngerevisi yang salah). Setelah itu lo di ACC sama dosen penguji deh.


Tahap-tahap selanjutnya adalah :
1.       Hardcover penulisan yang udah direvisi. Pastiin udah gak ada yang salah lagi ya baru dihardcover.
2.       Upload file ppt PRESENTASI SIDANG  distudentsite kalian buka dibagian perpustakaan trus pilih yg upload penulisan ilmiah. Jangan lupa definisikan sebagai presentasi sidang dalam bentuk PDF! Kalo semua isinya udah diisi dengan benar maka lo bisa “Cetak Bukti Upload Presentasi Sidang” hasilnya berbentuk barcode gitu.
3.       Janjian ketemuan sama Dosen Pembimbing buat minta tanda tangan beliau dilembar pengesahan PI yang udah dihardcover.
4.       Pergi ke perputakaan (di seberang loket Ujian Mandiri gedung 5) verifikasi bukti upload presentasi sambil membawa : barcode yang diprint dari studentsite dan hardcover PI yang udah ada tanda tangan dosen pembimbing.
5.       Masukkan penulisan PI dan aplikasi lo ke CD yang udah dikasih cover (bisa print cover CD didekat kampus banyak).
6.       Ke bagian Sekretariat Jurusan di D422 buat minta tanda tanga Ketua Jurusan sambil membawa : CD, hardcover PI, dan lembar revisi yang dikasih dosen penguji. Biasanya PI kita ditinggal disitu nanti kalo udah ditanda tanganin PI kita bakal ditumpuk nanti tinggal ambil deh


Foto-foto terkait :



Friday, July 3, 2015

Tugas 4 : Android

Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc. yang merupakan pendatang baru yang membuat piranti lunak untuk ponsel/smartphone. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan piranti keras, piranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qual- comm, T-Mobile, dan Nvidia.

Android adalah sistem operasi yang disematkan pada gadget, baik itu handphone, tablet, juga sekarang sudah merambah ke kamera digital dan jam tangan. Saat ini gadget berbasis Android, baik tablet ataupun handphone begitu digandrungi. Selain harganya yang semakin terjangkau, juga banyak varian spesifikasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kantong. (Wahadyo, 2013)

Awal sistem Android yang dirilis yaitu Android beta pada bulan November 2007. Sedangkan versi komersial pertama, Android 1.0, dirilis pada September 2008. Sejak April 2009, versi Android yang dikembangkan diberi kode nama yang berdasarkan makanan pencuci mulut dan makanan manis. Tiap versi dirilis sesuai urutan alfabet, yakni Cupcake (1.5), Donut (1.6), Eclair (2.0-2.1), Froyo (2.2-2.2.3), Gingerbread (2.3-2.3.7), Honeycomb (3.0-3.2.6), Ice Cream Sandwich (4.0-4.0.4), Jelly Bean (4.1-4.3), dan Kitkat (4.4+). Pembaruan terbaru versi Android adalah Lollipop 5.0 dirilis pada 3 November 2014. (Salbino, 2014).

Tabel 1.1 Perbandingan Minat Versi Android


Tabel 1.1 menunjukkan bahwa berdasarkan versi dailytech, Android versi Kitkat menempati urutan tertinggi dengan persentase peminatan mencapai 39,8 %. Posisi kedua ditempati oleh Jelly Bean dengan API 17 yaitu sebesar 18,1% sedangkan masih pada versi yang sama dengan API 18 hanya sebesar 5.5%. Versi Froyo menempati posisi terakhir dengan hanya memiliki persentase sebesar 0,3% saja dan hanya berbeda sedikit dengan Android versi terbaru yaitu Lollipop API 22 yang memiliki 0,7%.

Pada umumnya, handphone dan tablet Android memiliki fisik dan fitur yang serupa, walaupun untuk beberapa produk ada yang dikembangkan sendiri, seperti Acer yang menyematkan port mini HDMI dan USB pada Iconia Tab A500, atau juga Asus yang memaketkan tambahan docking keyboard pada EEE Transformer.
1.       Tampilan LCD, jenis LCD yang dipadukan dengan Android adalah yang sensitif terhadap sentuhan. Hampir semua produk dengan sistem operasi Android yang ada dipasaran saat ini memiliki fitur layar sentuh.
2.       Kamera, umumnya pada Android tablet menggunakan dua buah kamera, depan dan belakang. Sedangkan pada Android handphone umumnya kamera hanya di belakang saja.
3.       Speaker, speaker internal ini disematkan untuk memenuhi kebutuhan multimedia.
4.       Mic, mid ini juga disematkan untuk memenuhi kebutuhan multimedia, seperti merekan atau perintah dari suara.
5.       Tombol Power, tombol yang umumnya terletak sisi bagian samping ini jika ditekan akan mengunci tablet/handphone, dan jika ditekan agak lama akan muncul pilihan Power Off, Silent Mode, atau Airplane/Flight Mode.
6.       Tombol Volume Up/Down, tombol ini untuk menaikkan atau menurunkan volume. Baik itu untuk pengaturan ketika mendengarkan musik/video, sedang bertelepon, atau yang lainnya.








Daftar Pustaka :

Wahadyo, Agus., S, Sudarma. 2012. Tip Trik Android untuk Pengguna Pemula Tablet & Handphone. Jakarta: Mediakita.

Murtiwiyati, Glenn Lauren. 2013. "Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Budaya Indonesia Untuk Anak Sekolah Dasar Berbasis Android". Jurnal Ilmiah KOMPUTASI. No. 2, Vol. 12. PP 1-10.

Wahadyo, Agus. 2013. Android 4 untuk Pengguna Pemula Tablet & Handphone. Jakarta: Mediakita.

Salbino, Sherief S.Kom. 2014. Buku Pintar Gadget Android untuk Pemula oleh Penulis. Jakarta: Kunci Komunikasi.




Monday, May 25, 2015

Analisis Sistem Informasi (Sitasi)

Pendekatan sistem yang menekankan pada komponen akan lebih mudah digunakan untuk mempelajari suatu sistem dengan tujuan analisis dan perancangan. Suatu sistem mempunyai maksud tertentu. Ada yang menyebutkan maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan ada yang menyebutkan untuk mencapai sasaran (objectives). Tujuan biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas, sementara sasaran memiliki ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan sistem utama, misalnya sistem bisnis, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. (Sutabri, 2012)

Secara umum, setiap penelitian memberi efek kecenderungan ke jenis dibawahnya. Contoh, penelitan deskripsi itu biasanya kualitatif dan sifatnya eksplanatori. Sebaliknya penelitian eksperimen dan korelasi biasanya pengolahan datanya kuantitatif, dan sifatnya konfirmatori. Untuk jurusan computing (teknik informatika, sistem informasi, ilmu komputer) biasanya berupa penelitian terapan (bukan penelitian dasar) yang sifat pengolahan datanya kuantitatif. Penelitian lebih banyak ke arah konfirmatori (bukan eksploratori) yaitu dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis atau kerangka konsep yang sudah ditentukan. Dan tujuan penelitian biasanya untuk melihat korelasi antar variabel yang diteliti atau melakukan suatu eksperimen.

Perkembangan teknologi informasi bukan hanya berperan dalam aspek komunikasi, tetapi juga berperan di aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. Diperlukan informasi yang cepat serta akurat yang dapat menunjang pemimpin ter-sebut untuk mengambil kepu-tusan. Sistem informasi akuntansi sangat besar pengaruhnya dalam menghasilkan informasi yang bersifat keuangan bagi perusa-haan, salah satunya adalah sistem informasi akuntansi penggajian. Dengan sistem yang terkomputerisasi membuat data tersebut cepat diolah dengan akurasi yang tinggi. (Pratama, D., Sugiharto, T., 2014)




Referensi :
Sutabri, T. 2012. Analisis Sistem Informasi. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Satria Wahono, Romi. 2007. PENELITIAN TUGAS AKHIR ITU MUDAH (1). < http://romisatriawahono.net/2007/12/16/penelitian-tugas-akhir-itu-mudah-1/> diakses tanggal 26 Mei 2015.

Pratama, D., Sugiharto, T., 2014. “Prosiding KOMMIT”. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PT KARYA MURNI INDAH. Vol. 8 Oktober 2014. PP. 190-191.


Tuesday, April 7, 2015

Narasi pada Tabel dan Grafik

Nama : Aulia Rachim
NPM : 11112255
Kelas : 3KA08

A.    Narasi pada Grafik

Gambar 1. LAPORAN INFLASI (Indeks Harga Konsumen)

Nilai inflasi di Indonesia selama periode dari bulan Juli 2014 sampai dengan bulan Maret 2015 mengalami kenaikan dan penurunan yang beragam. Kenaikan inflasi terus bertambah setelah bulan Agustus 2014 hingga bulan Desember 2014 dan dilanjuti penurunan kembali sampai bulan Februari 2015. Kenaikan tertinggi terdapat pada bulan Desember 2014 yaitu naik sebesar 2 % sehingga menjadi 8% dan merupakan nilai tertinggi pada periode tersebut. Nilai terendah didapatkan pada bulan Agustus 2014 yaitu hanya sebesar 4 %.




B.     Narasi pada Tabel
Tabel 1. Jumlah Mahasiswa IPB berdasarkan Jalur Masuk


Pada periode tahun 2009 sampai dengan 2012, hanya pada tahun 2010 IPB mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru. Penerimaan mahasiswa terbanyak ialah pada tahun 2012 sebesar 3876 orang. Selama periode tersebut, jalur SNMPTN Undangan selalu mendominasi peluang masuk mahasiswa baru terbanyak di IPB dengan persentase tertinggi yaitu pada tahun 2010 sebesar 69,4% dan terkecil yaitu pada tahun 2012 sebesar 62,3%. Jalur masuk penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN Ujian yang banyak diminati oleh siswa, pada periode tersebut hanya menerima paling banyak 18,5% yaitu pada tahun 2012 sedangkan paling sedikit menerima 13,9%. Jalur penerimaan mahasiswa di IPB melalui Prestasi Internasional-Nasional (PIN) adalah jalur dengan kuota terkecil yaitu paling banyak hanya sebesar 8,8% pada tahun 2009 dan paling sedikit ialah 6,5% pada tahun 2010.




Sunday, March 8, 2015

Citra

Citra atau yang biasa dikenal sebagai gambar adalah suatu proyeksi dua dimensi dari suatu obyek. Citra dibedakkan menjadi 2 jenis, yaitu citra diam dan citra bergerak. Citra diam adalah suatu gambar tunggal yang tidak bergerak, sedangkan citra bergerak adalah kumpulan dari suatu gambar yang ditampilkan secara berurutan dengan jangka waktu yang sangat sempit sehingga memberi kesan seolah gambar tersebut bergerak. Seiring perkembangan zaman, sekarang ini citra mulai dikembangkan tidak hanya dalam bentuk 2 dimensi saja tetapi juga sudah mulai merambah ke bentuk 3 dimensi.


Dengan meningkatnya kebutuhan akan suatu gambar yang dihasilkan dengan sangat baik, berbagai operasi untuk pengolahan citra pun dilakukan. Mulai dari perbaikan kualitas citra, pemugaran citra, pemampatan citra, segmentasi citra, pengorakan citra, dan rekonstruksi citra. Semua itu bertujuan agar mampu menghasilkan gambar yang baik dan sesuai dengan tujuan atau keinginan si pengolah citra tersebut. Citra bukan hanya untuk keperluan si pemakai saja, tetapi kini citra juga dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Hal itu terbukti oleh banyaknya berbagai bidang yang mengaplikasikan citra didalamnya, seperti bidang kedokteran, militer, perdagangan, dan lain sebagainya.