Sunday, October 18, 2015

KASUS TELEMATIKA DI INDONESIA

1. Kasus Artis Indonesia
Sandra Dewi kembali melakukan preskon untuk meng-klarifikasi foto-foto bugilnya yang merupakan hasil rekayasa orang yang tak bertanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut, Sandra didampingi oleh seorang pengamat telematika Roy Suryo dan perwakilan dari Multivision.
Dalam pandangan Roy, foto-foto Sandra jelas dan nyata hasil rekayasa semata. “Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya,” jelas Roy di Belezza Permata Hijau.
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
“Dan baru kali ini ada seorang artis secara tulus menelepon saya. Dalam kasus seperti ini ada tiga jenis motif. Pertama karena korban murni, kedua karena dijebak dan ketiga dengan sengaja orang tersebut menyebarkan untuk sebuah popularitas,” papar Roy.

“Dan kasus Sandra Dewi ini yang pertama. Jelas gambar ini masih terlihat kasar, tapi dengan kemajuan teknologi tidak menutup kemungkinan akan terlihat lebih halus pada tahun mendatang,” tambahnya. Sementara Sandra mengaku bahwa foto-foto bugil hasil rekayasa tersebut merupakan satu bentuk fitnah atas dirinya.

Menurut pendapat saya :
Merekayasa suatu foto dengan maksud menjatuhkan seseorang yang berkaitan dengan objek foto apalagi sampai merugikan pihak tersebut adalah suatu kejahatan yang seharusnya ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah. Tetapi peraturan tentang telematika di Indonesia masih lemah. Sudah banyak pengaduan yang diberikan terkait dengan penyalahgunaan foto seseorang yang dengan mudahnya disimpan lalu direkayasa dan dipublikasi namun tanggapan para penegak hukum masih belum bisa diharapkan. Hal itu dikarenakan pemerintah dan para penegak hukum masih belum memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan telematika pada saat ini. Perkembangan yang dimaksud bukan hanya dapat menggunakan alat-alat teknologi yang ada saat ini namun seharusnya juga mengetahui tentang software dan pogram-program yang ada. Sehingga ketika seorang pelaku kejahatan belajar tentang perkembangan telematika terbaru, pemerintah dan para penegak hukum juga harus belajar perkembangan telamtika terbaru agar dapat memberikan bukti-bukti yang kuat berdasarkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

2. Australia Menyadap Handphone Pejabat Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia diduga melakukan penyadapan terhadap 10 telepon seluler pejabat Indonesia pada tahun 2009. Dua di antaranya, yaitu Wakil Presiden Boediono dan Dino Pati Djalal (kala itu Juru Bicara Presiden Urusan Luar Negeri), menggunakan ponsel pintar BlackBerry yang dikenal mengutamakan keamanan. Informasi ini terungkap dari dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, mantan karyawan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.
     Dalam dokumen tercatat, ponsel yang dipakai Boediono dan Dino Pati Djalal adalah BlackBerry seri Bold 9000. PR Manager BlackBerry Indonesia Yolanda Nainggolan enggan berkomentar soal isu penyadapan ponsel BlackBerry yang digunakan dua pejabat tersebut. “Kami tidak bisa berkomentar banyak karena kami juga belum mengetahui bentuk penyadapannya seperti apa,” terang Yolanda saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/11/2013).
    Selama ini keamanan menjadi fokus BlackBerry dalam menyediakan layanan untuk segmen korporasi dan pemerintah. Namun, hal itu tidak menjamin ponsel BlackBerry terbebas dari penyadapan. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, ponsel BlackBerry yang dikenal aman sekalipun bisa disadap. "Pada dasarnya ponsel apa saja bisa disadap, dan caranya terbilang mudah," katanya.
   Selain BlackBerry, ponsel merek lain juga digunakan oleh pejabat Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herawati atau lebih dikenal dengan Ani Yudhoyono, tercatat memakai Nokia E90. Pejabat lain yang disadap adalah Jusuf Kalla yang menggunakan Samsung SHG-Z370, Andi Mallarangeng memakai Nokia E71, Widodo Adi Sucipto dengan Nokia E66, serta Hatta Rajasa, Sofyan Djalil, dan Sri Mulyani Indrawati memakai Nokia E90.

Menurut pendapat saya :
 Perkembangan telematika yang semakin canggih tidak menjamin bahwa keamanannya sudah baik. Dengan adanya kasus seperti ini membuktikan bahwa keamanan telekomunikasi di Indonesia masih sangat lemah dan harus diperbaiki lagi. Jika pemerintah tidak meningkatkan keamanan telekomunikasi di Indonesia maka hal tersebut bisa membahayakan bangsa Indonesia sendiri karena rahasia yang ada di Indonesia bisa didapatkan oleh negara lain. Kurangnya keamanan telekomunikasi juga meresahkan masyarakat. Bagaimana tidak, jika pejabat Indonesia saja bisa disadap apalagi jika hanya seorang masyarakat biasa. Tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi yang biasa kita lakukan sehari-hari akan disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Dampak Gadget pada Anak Usia Dini
Masa kecil adalah masa yang indah untuk mengenal dunia, untuk belajar berinteraksi secara langsung dan mengalami berbagai pertumbuhan. Berbagai interaksi face to face sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak, sehingga nantinya, ia tidak mengalami kesulitan pada saat bersosialisasi dengan teman atau orang lain. Jika dari kecil manusia sudah terlalu banyak bergantung dengan gadget dan minim interaksi langsung, maka anak tersebut nantinya akan merasakan berbagai kendala dalam berinteraksi sosial.
         Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menengah ke atas. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. Gadget memiliki fitur menarik yang ditawarkan dan seringkali membuat anak-anak cepat akrab dengannya. Anak-anak pun sekarang makin banyak menggunakan gadget hanya untuk memainkan game.
         Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget. Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda. Dan peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini. Karena fasilitas yang disediakan oleh gadget tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif juga.
      Berikut merupakan dampak negatif yang biasa langsung terjadi pada anak akibat pengaruh gadget:
Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final.
· Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
· Kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal.
·  Mengalami penurunan konsentrasi.
·  Mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan.
·  Malas menulis dan membaca.
·  Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Ekternal dan internal.


Menurut pendapat saya :
Pengaruh perkembangan teknologi memiliki banyak dampak terutama terhadap anak-anak yang dari usia dini sudah diperkanalkan pada gadget. Dampak positif yang diberikan ialah banyaknya aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran anak. Untuk anak-anak yang masih balita dan belum bersekolah, mereka dapat melatih pengenalan huruf dan warna dari aplikasi-aplikasi yang banyak disediakan di pasar gadget seperti Google Play dan Appstore. Untuk anak-anak yang telah bersekolah, mereka juga dapat mendownload aplikasi yang dapat mendukung belajar mereka di sekolah dan sebagai media hiburan dikala anak tersebut merasa bosan. Selain sebagai media belajar dan hiburan, sekarang ini anak diberikan gadget sebagai media komunikasi, baik untuk berkomunikasi dengan orang tuanya maupun dengan teman-temannya.
Tetapi pemberian gadget tersebut juga bisa memiliki dampak negatif apabila salah dalam penggunaannya. Penggunaan gadget yang terlalu sering untuk anak-anak bisa membuat mereka jadi enggan bersosialisasi dengan orang lain. Mereka cenderung lebih asik dengan gadget dari pada bersosialisasi dan bermain dengan anak seusianya. Mereka juga lebih cepat merasa puas dan tidak mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu dikarenakan kemudahan-kemudahan yang diberikan pada permainan di gadgetnya.
Menggunakan gadget yang terlalu lama juga merupakan hal yang tidak baik karena selain bisa merusak mata dengan melihat layar yang terlalu lama, jam belajar anakpun akan terganggu. Anak juga akan sulit berkonsetrasi karena pikiran mereka telah terbagi-bagi antara belajar dan meneruskan permainannya.
Maka dari itu, sebaiknya para orang tua memberikan batas terhadap pemberian gadet kepada anaknya. Ada baiknya anak hanya diberi penggunaan gadget pada jam-jam tertentu saja sehingga tidak akan mengganggu waktu belajar dan bermain anak sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya. Pastikan juga setiap kali anak menggunakan gadget agar selalu diawasi oleh orang tua.


Sumber :
http://fachryfadilla.blogspot.co.id/2015/01/pendapat-mengenai-contoh-kasus.html

No comments:

Post a Comment