Wednesday, June 22, 2016

v-class PPSI "Postest Rencana Tes Penerimaan"

Terdapat 2 pendekatan yang umum digunakan untuk penerimaan yaitu 'Parallel Run' dan 'Penerimaan sedikit demi sedikit'. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan tersebut.

Jawaban:

PARALLEL RUN
  • Kelebihan:
  1. Dapat mendemostrasikan semua fungsi yang dijanjikan.
  2. User dapat melakukan pengecekan data pada sistem lama
  3. Menambah dimensi dari peralihan sistem lama yang bekerja dengan perbandingan dan cadangannya.
  • Kekurangan:
  1. Masalah kecil dapat membuat anda menjalankan kembali selama "x" hari untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
  2. Mungkin sulit untuk mencari penyebab dari suatu masalah.
  3. Tidak ada jaminan bahwa semua kelebihan sistem akan dicoba dalam "x" hari.
  4. Biarkan end user masuk ke sistem pada hari pertama yang penerapannya tidak selalu bermanfaat. Karena dalam hal ini faktor penampilan lebih berperan. Seperti dalam roman, kesan pertama sangat penting.

PENERIMAAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT
  • Kelebihan:
  1. Anda dapat mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan.
  2. Sebuah tindakan yang menyebabkan masalah selalu diketahui.
  3. User tidak merasa takut tentang semuanya.
  • Kekurangan:
  1. Memerlukan banyak pekerjaan untuk menulis ATP.
  2. User mungkin tidak lazim dengan pendekatan ini, tetapi anda dapat membiasakan mereka dengan metode baru sebelumnya.
  3. Seharusnya tidak ada rasa enggan untuk menerima dan membayar jika metode ini digunakan.


v-class PPSI "Pretest Rencana Tes Penerimaan"

Menurut Anda apa yang akan terjadi jika diakhir Tes Penerimaan ternyata fungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal proyek, jelaskan!

Jawaban:
Menurut pendapat saya, user berhak untuk menuntut ataupun membatalkan proyek. Hal itu dikarenakan tujuan dari penerimaan adalah mendapatkan pernyataan tertulis dari user bahwa produk (dalam hal ini sistem) yang dikirim sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi, apabila sfungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan perjanjian di awal proyek maka tidak akan mendapatkan pernyataan penerimaan proyek tersebut. Maka akan lebih baik jika sebelumnya pihak programmer dan user saling berkomunikasi tentang program yang dibuat agar fungsi-fungsi dapat dibuat sesuai perjanjian proyek.


Wednesday, May 18, 2016

PostTest Fase Desain

Apa saja yang perlu diperhatikan jika anda membuat disain sistem/ software (menurut kaidah-kaidah pembuatan software)?



Jawab :

Terdapat dua langkah dalam pembuatan desain sistem software yaitu :
  1. Membagi sistem menjadi beberapa komponen secara fungsional.
  2. Menghubungkan komponen-komponen tersebut.


Dalam membuat desain sistem software juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
  1. Desain yang terstruktur. Tujuan utama dari desain yang terstruktur adalah memecah sistem menjadi bagian yang lebih kecil, teratur dan mudah untuk dibangun. Desain yang terstruktur dibagi menjadi 2 tipe yaitu Top Down Design dan Bottom Up Design.
  2. Pertukaran Desain Tingkat Atas (Top Level Design). Umumnya banyak disain tingkat atas yang dapat mencapai atau memperoleh hasil yang sama dalam sebuah sistem software. Keputusan untuk membangun sendiri atau membeli merupakan keputusan yang khusus. Ada keuntungan dan kerugian pada setiap kombinasi dari item yang dibangun maupun yang dibeli.
  3. Desain Siap Pakai. TLD siap pakai dapat sangat bernilai jika aturan berikut dipatuhi : “Tinggalkan ego anda”. Perancang harus menyadari bahwa kritik yang diajukan adalah bersifat membangun. Tujuannya adalah untuk menemukan semua permasalahan, saran alternatif dan membuat pilihan terbaik yang mungkin.
  4. Desain Tingkat Menengah. Setelah TLD terpilih, kita harus membagi masing-masing fungsi atau komponen utama menjadi beberapa sub fungsi atau komponen. Kita akan lihat bagaimana hal tersebut dilakukan untuk menggabungkan sistem perusahaan Basketweaving. Diawali dengan memberi nomor setiap komponen utama pada TLD.
  5. Kamus Desain.
  6. Modul Terstruktur. Sebuah modul terstruktur memiliki ciri-ciri sebagai berikut ; Berfungsi sepenuhnya sebagai fungsi tunggal, ukurannya kecil, dapat diprediksi, tidak tergantung, melihat kegunaannya kembali.
  7. Desain File. Pada desain file dilakukan untuk mendapatkan kinerja yang sesungguhnya, mengoptimalkan file, mengoptimalkan sejumlah variable item-item, file history, dan pengujian desain file.
  8. Sistem Manajemen Database Relational.
  9. Keuntungan Dari Analisis & Disain Yang Terstruktur yaitu untuk mengurangi jumlah kesalahan.
  10. Proses Desain. Dalam proses desain sebaiknya dilakukan pemilihan tim desain dan pertemuan desain.
  11. Dokumentasi Teknik. Pertimbangkan hal-hal berikut yaitu; gunakan bahasa yang formal dan tepat, gunakan gambar, buat agar maksud dari desain menjadi jelas pada beberapa halaman pertama kemudian diuraikan, dan terakhir coba untuk konsisten pada grafik dan struktur kalimat.
  12. Standar Ketentuan Pada Waktu Desain. Buat aturan yang standar seperti ; beberapa ketentuan desain, parameter yang mendahului, penanganan kesalahan, standar pemrograman, dan programmer memulai dengan template dan mengisikan kode proses.
  13. Garis Besar Spesifikasi Desain.
  14. Menguji Desain. Pengujian desain dilakukan untuk menjamin bahwa semua keperluan spesifikasi fungsi sudah ditemukan, desain mudah diprogram dan dipelihara, serta dapat diimplementasikan sesuai dengan waktu dan anggaran.
  15. Merubah Permintaan Sesuai Dengan Desain. Beberapa disain yang rinci akan selalu membawa pada perubahan permintaan. Anda harus kembali kepada user sekarang dan meyakinkan user bahwa dia sebenarnya tidak menginginkan apa yang dia minta sebelumnya.
  16. Perencanaan Penerimaan.

Tuesday, May 17, 2016

PPSI : Pretest Fase Desain

Perlukah dilakukan kegiatan disain sebelum melakukan pemrograman? Jika ya, apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai kegiatan tersebut. Jelaskan.


PERLU

Kegiatan desain perlu dilakukan sebelum melakukan kegiatan pemrograman. Hal itu dikarenakan tujuan dari desain sendiri ialah untuk memberikan gambaran secara umum tentang sistem yang ada sebelum sistem tersebut dibuat. Jika desain tidak dilakukan sebelum memulai pemrograman, maka akan memberikan kesulitan kepada para programmer untuk membuat program yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai dengan tujuan sistem tersebut.


Yang perlu disiapkan sebelum memulai kegiatan tersebut ialah :
  1. Memahami dengan baik permasalahan yang terjadi dan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membuat sistem tersebut (fase definisi).
  2. Setelah memahami permasalahan dan mengerti kebutuhan apa saja yang diperlukan lalu menganalisis secara tepat apa yang dapat dilakukan sistem untuk user dan bagaimana sistem tersebut menyesuaikan dengan lingkungan user (fase analisis).
  3. Melakukan fase desain yang disesuaikan dengan kebutuhan yang telah dijelaskan pada fase analisis. Langkah dalam mendesain sistem software yaitu : Membagi sistem menjadi beberapa komponen secara fungsional dan Menghubungkan komponen-komponen tersebut.

Thursday, April 7, 2016

IT AUDIT

Audit Around the Computer

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang ditempuh oleh auditor. Pendekatan yang dilakukan dengan melakukan pengujian sebuah informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasi hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan ke dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini, auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.

Proses pengerjaan audit around the computer ialah seperti pengujian dengan metode black box testing yaitu pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak.

Kelebihan dari audit around the computer adalah:
  1.  Proses audit tidak memakan waktu lama
  2. Tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem
Kekurangan dari audit around the computer adalah:
  1.  Sulit untuk menelusuri isi database yang banyak secara manual
  2. Proses ini tidak memeriksa logika program dan sistemnya sehingga tidak mampu mendeteksi eror program
  3. Mengabaikan pengendalian sistem


Audit Through the computer

Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi.

Kelebihan dari audit through the computer adalah:
  1. Dapat meningkatkan kekuatan pengujian sistem secara efektif
  2. Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan sistem aplikasi.
  3. Kemampuan sistem dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan datang.
  4. Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
  5. Auditor merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
Kekurangan dari audit through the computer adalah:
  1. Biaya yang dibutuhkan relatif tinggi karena jumlah jam kerja yang banyak untuk dapat lebih memahami struktur pengendalian sistem.
  2. Butuh keahlian teknis yang mendalam untuk memahami cara kerja sistem.


Perbedaan Audit Around the computer dan Audit Through the Computer

1. Audit around the computer menggunakan teknik black box testing.
    Audit through the computer menggunakan teknik white box testing.

2.  Audit around the computer hanya memeriksa secara interface dan fungsionalitasnya saja.
    Audit through the computer melakukan pengecekan terhadap detail audit secara mendalam, termasuk logika program dan sistemnya.

3. Audit around the computer tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem.
    Audit through the computer harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem.

4. Audit around the computer melakukan pengecekan hanya pada tahap akhir yaitu memeriksa apakah output yang dikeluarkan sesuai dengan input program.
    Audit through the computer melakukan pengecekan seiring dengan tahapan pengembangan software atau pada tahap testing.


Tools yang digunakan untuk IT Audit

 a. ACL  (Audit Command Language): software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.


b. Powertech Compliance Assessment Powertech:  automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.


c.  Nipper : audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.



Prosedur IT Audit

●Kontrol lingkungan:


1. Apakah kebijakan keamanan (security policy) memadai dan efektif ?
2. Jika data dipegang oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr external auditor.
3. Jika sistem dibeli dari vendor, periksa kestabilan financial.
4. Memeriksa persetujuan lisen (license agreement).


●Kontrol keamanan fisik

5. Periksa apakah keamanan fisik perangkat keras dan penyimpanan data memadai.
6. Periksa apakah backup administrator keamanan sudah memadai (trained,tested).
7. Periksa apakah rencana kelanjutan bisnis memadai dan efektif.
8. Periksa apakah asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai.


●Kontrol keamanan logical

9. Periksa apakah password memadai dan perubahannya dilakukan regular.
10. Apakah administrator keamanan memprint akses kontrol setiap user.


Monday, January 11, 2016

OPEN SERVICE GATEWAY INITIATIVE (OSGi)

Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah service -oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini dapat menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGI mengadopsi keuntungan dari menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested. Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.


SPESIFIKASI OSGi

Inti bagian dari spesifikasi adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan aplikasi model manajemen siklus hidup, sebuah layanan registrasi, sebuah lingkungan eksekusi dan modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGI layers, API, dan Jasa telah ditetapkan.
Spesifikasi OSGI yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGI. OSGI Alliance yang memiliki program kepatuhan yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGI implementasi berisi lima entri.

Spesifikasi OSGI yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), armada manajemen dan aplikasi server. Adapun spesifikasi yang lain dimana OSGI akan dirancang untuk melengkapi standar perumahan yang ada, seperti orang – orang LonWorks (lihat kontrol jaringan), CAL, CEBus, HAVi, dan lain-lain.



ARSITEKTUR OSGi

Setiap kerangka yang menerapkan standar OSGI  menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah erat-coupled, dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).  Kerangka kerja konseptual yang dibagi dalam bidang-bidang berikut:Kerangka kerja konseptual yang dibagi dalam bidang-bidang berikut:

1. Bundles

Kumpulan jaringan normal komponen dengan nyata tambahan header. Sebuah bundel adalah sekelompok kelas Java dan sumber daya tambahan yang dilengkapi dengan rincian file pada MANIFEST.MF nyata semua isinya, serta layanan tambahan yang diperlukan untuk memberikan kelompok termasuk kelas Java perilaku yang lebih canggih, dengan tingkat deeming seluruh agregat sebuah komponen.

2. Services

Layanan yang menghubungkan lapisan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan, menerbitkan dan menemukan model dapat mengikat Java lama untuk menikmati objek (POJO). Siklus hidup menambahkan lapisan bundel dinamis yang dapat diinstal, mulai, berhenti, diperbarui dan dihapus. Buntalan bergantung pada lapisan modul untuk kelas loading tetapi menambahkan API untuk mengatur modul – modul dalam run time. Memperkenalkan lapisan siklus hidup dinamika yang biasanya bukan bagian dari aplikasi. Mekanisme ketergantungan luas digunakan untuk menjamin operasi yang benar dari lingkungan.

3. Layanan Registrasi (Services-Registry)

API untuk manajemen jasa (ServiceRegistration, ServiceTracker dan ServiceReference).
OSGi Alliance yang telah ditentukan banyak layanan. Layanan yang ditentukan oleh antarmuka Java. Kumpulan dapat mengimplementasikan antarmuka ini dan mendaftarkan layanan dengan Layanan Registri. Layanan klien dapat menemukannya di registri, atau bereaksi ketika muncul atau menghilang.

4. Life Cycle

API untuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall) bundel.

5. Modules

Lapisan yang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).

6. Security

Layer yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra 
didefinisikan kemampuan.

7. Execution Environment

Mendefinisikan metode dan kelas apa yang tersedia dalam platform tertentu. Tidak ada daftar tetap eksekusi lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community Process menciptakan versi baru dan edisi Java.




Sumber :


Tuesday, December 29, 2015

Definisi dan Teknologi Antarmuka Telematika

DEFINISI ANTARMUKA TELEMATIKA

            Pengertian antarmuka (interface) merupakan suatu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface (CLI) danGraphical User Interface (GUI).

  •     Command Line Interface (CLI)

            Command Line Interface (CLI) merupakan tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu. Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.

  • Graphical User Interface(GUI)

            Graphical User Interface (GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).


TEKNOLOGI INTERFACE TELEMATIKA

1.      Head Up Display (HUD)
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, tetapi sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraan dan diterapkan oleh industri otomotif di dunia, dan BMW menjadi pabrikan otomotif pertama yang meluncurkan produk massal dengan teknologi HUD di kaca depannya. Teknologi ini tak hanya memberi kenyamanan bagi pengemudi, melainkan juga keselamatan berkendara. Faktor-faktor dalam merancang Head Up Display :
a.       Bidang penglihatan
b.      Eyebox
c.       Terang / kontras
d.      Menampilkan akurasi
e.       Instalasi
Contoh Head Up Display (HUD) : Automobile

2.      Tangible User Interface
Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana orang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Nama awal Graspable User Interface, yang tidak lagi digunakan. Salah satu pelopor dalam antarmuka pengguna nyata adalah Hiroshi Ishii, seorang profesor di MIT Media Laboratory yang mengepalai Berwujud Media Group. Pada visi-Nya nyata UIS, disebut Berwujud Bits, adalah memberikan bentuk fisik ke informasi digital, membuat bit secara langsung dimanipulasi dan terlihat. Bit nyata mengejar seamless coupling antara dua dunia yang sangat berbeda dari bit dan atom. Karakteristik :
a.       Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
b.      Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
c.       Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
d.      Keadaan fisik terlihat “mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.
Contoh Tangible User Interface (TUI) :  Mesin Penjawab Marmer dan Sistem Topobo.

3.      Computer Vision
Computer vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, Computer vision berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Contoh aplikasi dari computer vision :
a.       Pengendalian proses misalnya sebuah robot industri atau kendaraan otonom.
b.      Mendeteksi peristiwa misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung.
c.       Mengorganisir informasi misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar.
d.      Modeling benda atau lingkungan misalnya, industri inspeksi, analisis gambar medis.
e.       Interaksi misalnya sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusia komputer.
f.   Sub-domain computer vision termasuk adegan rekonstruksi, event detektion, pelacakan video, pengenalan obyek, learning, pengindeksan, gerak estimasi, dan gambar restorasi.

4.      Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut ; Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.
Contoh Browsing Audio Data:
a.       informasi berupa teks (text/plain, text/html)
b.      image (image/gif, image/jpeg, image/png)
c.       video (video/mpeg, video/quicktime)
d.      audio (audio/basic, audio/wav)
e.       application (application/msword, application/octet-stream)

5.      Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition).Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognitionmerupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.
Aplikasi speech recognition diantaranya :
a.       Call home
b.      Call routing
c.       Domotic appliance control and content-based spoken audio search
o   entri data sederhana (misalnya memasukkan nomor kartu kredit)
o   penyusunan dokumen terstruktur (misalnya sebuah laporan radiologi)
o   pidato-untuk-pengolahan teks (misalnya pengolah kata atau email)
o   dalam pesawat terbang cockpits ( biasanya disebut Direct Voice Input)

Contoh Penerapan Speech Recognition dalam medis :
Front-End SR adalah tempat penyedia perintah ke mesin pengenalan ucapan, kata-kata yang dikenali ditampilkan tepat setelah mereka berbicara.
Back-End SR adalah penyedia perintah ke sistem dikte digital, dan suara yang disalurkan melalui pidato mesin pengakuan dan rancangan dokumen yang dikenali disalurkan bersama-sama dengan suara asli file.


6.      Speech Synthesis
Speech synthesis adalah sebuah kemampuan bicara manusia yang dibuat oleh manusia (artificial). Sebuah sistem komputer digunakan untuk tujuan ini yang disebut sebagai speech synthesizer, dan dapat diimplementasikan ke dalam software atau hardware.Synthesized speech dapat diciptakan dengan menggabungkan beberapa potongan-potongan dari pembicaraan atau pidato yang sudah direkam dalam sebuah basis data. Kualitas dari sebuah speech synthesizer dilihat dari kemiripannya dengan suara manusia dan kemampuannya untuk bisa dipahami.
Contoh Speech Synthesis : sebuah sistem text-to-speech (TTS) yang dapat mengkonversikan teks dengan bahasa biasa menjadi suara. Program TTS yang jelas dapat membantu orang dengan gangguan visual atau ketidakmampuan membaca, untuk mendengarkan pada pekerjaan yang tertulis dalam komputer. Banyak Sistem Operasi komputer yang telah dimasukkan speech synthesizer sejak tahun 1980-an.



Sumber :