Tuesday, December 29, 2015

Definisi dan Teknologi Antarmuka Telematika

DEFINISI ANTARMUKA TELEMATIKA

            Pengertian antarmuka (interface) merupakan suatu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface (CLI) danGraphical User Interface (GUI).

  •     Command Line Interface (CLI)

            Command Line Interface (CLI) merupakan tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu. Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.

  • Graphical User Interface(GUI)

            Graphical User Interface (GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).


TEKNOLOGI INTERFACE TELEMATIKA

1.      Head Up Display (HUD)
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, tetapi sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraan dan diterapkan oleh industri otomotif di dunia, dan BMW menjadi pabrikan otomotif pertama yang meluncurkan produk massal dengan teknologi HUD di kaca depannya. Teknologi ini tak hanya memberi kenyamanan bagi pengemudi, melainkan juga keselamatan berkendara. Faktor-faktor dalam merancang Head Up Display :
a.       Bidang penglihatan
b.      Eyebox
c.       Terang / kontras
d.      Menampilkan akurasi
e.       Instalasi
Contoh Head Up Display (HUD) : Automobile

2.      Tangible User Interface
Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana orang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Nama awal Graspable User Interface, yang tidak lagi digunakan. Salah satu pelopor dalam antarmuka pengguna nyata adalah Hiroshi Ishii, seorang profesor di MIT Media Laboratory yang mengepalai Berwujud Media Group. Pada visi-Nya nyata UIS, disebut Berwujud Bits, adalah memberikan bentuk fisik ke informasi digital, membuat bit secara langsung dimanipulasi dan terlihat. Bit nyata mengejar seamless coupling antara dua dunia yang sangat berbeda dari bit dan atom. Karakteristik :
a.       Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
b.      Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
c.       Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
d.      Keadaan fisik terlihat “mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.
Contoh Tangible User Interface (TUI) :  Mesin Penjawab Marmer dan Sistem Topobo.

3.      Computer Vision
Computer vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, Computer vision berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Contoh aplikasi dari computer vision :
a.       Pengendalian proses misalnya sebuah robot industri atau kendaraan otonom.
b.      Mendeteksi peristiwa misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung.
c.       Mengorganisir informasi misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar.
d.      Modeling benda atau lingkungan misalnya, industri inspeksi, analisis gambar medis.
e.       Interaksi misalnya sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusia komputer.
f.   Sub-domain computer vision termasuk adegan rekonstruksi, event detektion, pelacakan video, pengenalan obyek, learning, pengindeksan, gerak estimasi, dan gambar restorasi.

4.      Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut ; Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.
Contoh Browsing Audio Data:
a.       informasi berupa teks (text/plain, text/html)
b.      image (image/gif, image/jpeg, image/png)
c.       video (video/mpeg, video/quicktime)
d.      audio (audio/basic, audio/wav)
e.       application (application/msword, application/octet-stream)

5.      Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition).Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognitionmerupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.
Aplikasi speech recognition diantaranya :
a.       Call home
b.      Call routing
c.       Domotic appliance control and content-based spoken audio search
o   entri data sederhana (misalnya memasukkan nomor kartu kredit)
o   penyusunan dokumen terstruktur (misalnya sebuah laporan radiologi)
o   pidato-untuk-pengolahan teks (misalnya pengolah kata atau email)
o   dalam pesawat terbang cockpits ( biasanya disebut Direct Voice Input)

Contoh Penerapan Speech Recognition dalam medis :
Front-End SR adalah tempat penyedia perintah ke mesin pengenalan ucapan, kata-kata yang dikenali ditampilkan tepat setelah mereka berbicara.
Back-End SR adalah penyedia perintah ke sistem dikte digital, dan suara yang disalurkan melalui pidato mesin pengakuan dan rancangan dokumen yang dikenali disalurkan bersama-sama dengan suara asli file.


6.      Speech Synthesis
Speech synthesis adalah sebuah kemampuan bicara manusia yang dibuat oleh manusia (artificial). Sebuah sistem komputer digunakan untuk tujuan ini yang disebut sebagai speech synthesizer, dan dapat diimplementasikan ke dalam software atau hardware.Synthesized speech dapat diciptakan dengan menggabungkan beberapa potongan-potongan dari pembicaraan atau pidato yang sudah direkam dalam sebuah basis data. Kualitas dari sebuah speech synthesizer dilihat dari kemiripannya dengan suara manusia dan kemampuannya untuk bisa dipahami.
Contoh Speech Synthesis : sebuah sistem text-to-speech (TTS) yang dapat mengkonversikan teks dengan bahasa biasa menjadi suara. Program TTS yang jelas dapat membantu orang dengan gangguan visual atau ketidakmampuan membaca, untuk mendengarkan pada pekerjaan yang tertulis dalam komputer. Banyak Sistem Operasi komputer yang telah dimasukkan speech synthesizer sejak tahun 1980-an.



Sumber :


Friday, November 13, 2015

FITUR-FITUR PADA TELEMATIKA


Terdapat 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. yaitu, Head Up Display System, Tangible User Interface, Computer Vision, Browsing Audio Data, Speech Recognition dan Speech Synthesis.

 Head Up Display System
Head Up Display (HUD) adalah suatu tampilan yang transparan dimana dia menampilkan data tanpa mengharuskan si user untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.

Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

The Reactable adalah multi-user instrumen musik elektronik dengan antarmuka pengguna meja nyata. Beberapa pemain simultan berbagi kendali penuh atas instrumen dengan memindahkan benda-benda fisik di atas permukaan meja bercahaya. Bergerak dan berkaitan dengan benda-benda ini, mewakili komponen modular synthesizer klasik, memungkinkan pengguna untuk membuat kompleks dan dinamis sonik topologi, dengan generator, filter dan modulator, dalam nyata semacam modular synthesizer atau aliran graspable bahasa pemrograman yang dikuasai.

 Computer Vision
Computer Vision yaitu suatu ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Computer vision dimanfaatkan juga untuk membangun teori kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra(gambar) yang ditangkap dalam berbagai bentuk seperti urutan video, pandangan dari kamera yang diambil dari berbagai sudut dan data multi dimensi yang didapatkan dari hasil pemindaian (scan) medis. Computer vision juga berusaha untuk mengintegrasikan model dan teori untuk pembangunan sistem visi komputer. Sebagai contoh :
·         Interaksi maksudnya sebagai input (masukan) ke suatu perangkat yang  nantinya digunakan sebagai alat untuk keperluan interaksi manusia dan komputer.
·         Pengendalian proses yang biasanya digunakan untuk keperluan robotika di dalam dunia industry.
·         Mengorganisir informasi biasanya digunakan untuk untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan.

Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.

Sebagai kemajuan teknologi jaringan, semakin banyak diterapkan jaringan produk yang dibuat-buat terus-menerus. Salah satu yang paling umum diterapkan jaringan yang dikenal adalah produk kamera IP, yang dapat menampilkan isi (video / audio data) melalui Internet. Kamera IP biasanya terhubung ke jaringan melalui router, dan memiliki sebuah IP (Internet Protocol) address setelah operasi sambungan.

Speech Recognition
Sistem ini dipakai untuk mengubah suara menjadi tulisan, dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition) dengan system tadi computer dapat mendeteksi sebuah suara yang mana dari suara tadi akan di ubah menjadi tulisan. Dengan adanya system ini si user tidak perlu melakukan pengetikan untuk mengetik suatu kalimat tadi cukup membunyikan kata itu maka computer secara otomatis menulis apa yang anda ucapkan. Dan ini juga digunakan (voice recognition) yang digunakan untuk mengidentifikasi siapa yang membunyikan kata itu saat user berbicara jadi suara user akan dikenali berasal dari siapa dengan alat ini dan Istilah “Speech Recognition” digunakan untuk mengidentifikasi apa yang diucapkan oleh user.

Speech Synthesis
Speech synthesis adalah hasil dari kecerdasan buatan dari pembicaraan yang dilakukan oleh manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat juga diintegrasikan pada suatu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Sistem text to speech (TTS) digunakan untuk merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

Sumber :


LAYANAN TELEMATIKA


Layanan Telematika merupakan  layanan dial up ke internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh dari sarana telematika. Beberapa layanan yang terdapat pada layanan telematika adalah :

Layanan Telematika di Bidang Informasi
Penggunaan telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun di desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra - sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk balai - balai informasi. Untuk melayani lokasi - lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Pada layanan ini telematika menggabungkan system komunikasi dengan kendaraan bergerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi secara langsung.
Contoh Layanan Telematika di Bidang Informasi :
Navigation assistant (real-time traffic information), Weather, stock information.

 Layanan Telematika di Bidang Keamanan
Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website . Semoga saja daerah-daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin.

Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.
Contoh Layanan Telematika di Bidang Keamanan :
a.       Emergency rescue with 911
b.      Penggunaan Firewall dan Antivirus
c.       Car location tracing (thief-proof)

 Layanan Telematika Context Aware & Event Based
Dalam ilmu komputer terdapat pernyataan bahwa perangkat komputer mempunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalamnya. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.

Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.

Pada sekarang ini sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses informasi setiap saat user membutuhkannya. Yang disebut context-aware computing yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan kedepannya. Dengan adanya context aware, user tidak perlu selalu memberikan input yang secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugas-tugasnya.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Beberapa bagian dari context awareness telah mulai dikembangkan. Misalnya LBS: location-based service. Ketika user mencari keyword tertentu, maka user akan memperoleh hasil yang dibutuhkan tergantung pada posisi user itu berada. Ini juga dapat digabungkan dengan beberapa data dan informasi yang di inputkan dari user. Sebagai contoh user tersebut mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada.
Contoh layanan context aware & event base :
• Vehicle Diagnostic Service
• Car Insurance based on driving statistic

 Layanan Perbaikan Sumber
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.

Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Contoh Layanan Perbaikan Sumber :
Yellow pages service

Sumber :


Sunday, October 18, 2015

KASUS TELEMATIKA DI INDONESIA

1. Kasus Artis Indonesia
Sandra Dewi kembali melakukan preskon untuk meng-klarifikasi foto-foto bugilnya yang merupakan hasil rekayasa orang yang tak bertanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut, Sandra didampingi oleh seorang pengamat telematika Roy Suryo dan perwakilan dari Multivision.
Dalam pandangan Roy, foto-foto Sandra jelas dan nyata hasil rekayasa semata. “Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya,” jelas Roy di Belezza Permata Hijau.
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
“Dan baru kali ini ada seorang artis secara tulus menelepon saya. Dalam kasus seperti ini ada tiga jenis motif. Pertama karena korban murni, kedua karena dijebak dan ketiga dengan sengaja orang tersebut menyebarkan untuk sebuah popularitas,” papar Roy.

“Dan kasus Sandra Dewi ini yang pertama. Jelas gambar ini masih terlihat kasar, tapi dengan kemajuan teknologi tidak menutup kemungkinan akan terlihat lebih halus pada tahun mendatang,” tambahnya. Sementara Sandra mengaku bahwa foto-foto bugil hasil rekayasa tersebut merupakan satu bentuk fitnah atas dirinya.

Menurut pendapat saya :
Merekayasa suatu foto dengan maksud menjatuhkan seseorang yang berkaitan dengan objek foto apalagi sampai merugikan pihak tersebut adalah suatu kejahatan yang seharusnya ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah. Tetapi peraturan tentang telematika di Indonesia masih lemah. Sudah banyak pengaduan yang diberikan terkait dengan penyalahgunaan foto seseorang yang dengan mudahnya disimpan lalu direkayasa dan dipublikasi namun tanggapan para penegak hukum masih belum bisa diharapkan. Hal itu dikarenakan pemerintah dan para penegak hukum masih belum memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan telematika pada saat ini. Perkembangan yang dimaksud bukan hanya dapat menggunakan alat-alat teknologi yang ada saat ini namun seharusnya juga mengetahui tentang software dan pogram-program yang ada. Sehingga ketika seorang pelaku kejahatan belajar tentang perkembangan telematika terbaru, pemerintah dan para penegak hukum juga harus belajar perkembangan telamtika terbaru agar dapat memberikan bukti-bukti yang kuat berdasarkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

2. Australia Menyadap Handphone Pejabat Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia diduga melakukan penyadapan terhadap 10 telepon seluler pejabat Indonesia pada tahun 2009. Dua di antaranya, yaitu Wakil Presiden Boediono dan Dino Pati Djalal (kala itu Juru Bicara Presiden Urusan Luar Negeri), menggunakan ponsel pintar BlackBerry yang dikenal mengutamakan keamanan. Informasi ini terungkap dari dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, mantan karyawan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.
     Dalam dokumen tercatat, ponsel yang dipakai Boediono dan Dino Pati Djalal adalah BlackBerry seri Bold 9000. PR Manager BlackBerry Indonesia Yolanda Nainggolan enggan berkomentar soal isu penyadapan ponsel BlackBerry yang digunakan dua pejabat tersebut. “Kami tidak bisa berkomentar banyak karena kami juga belum mengetahui bentuk penyadapannya seperti apa,” terang Yolanda saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/11/2013).
    Selama ini keamanan menjadi fokus BlackBerry dalam menyediakan layanan untuk segmen korporasi dan pemerintah. Namun, hal itu tidak menjamin ponsel BlackBerry terbebas dari penyadapan. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, ponsel BlackBerry yang dikenal aman sekalipun bisa disadap. "Pada dasarnya ponsel apa saja bisa disadap, dan caranya terbilang mudah," katanya.
   Selain BlackBerry, ponsel merek lain juga digunakan oleh pejabat Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herawati atau lebih dikenal dengan Ani Yudhoyono, tercatat memakai Nokia E90. Pejabat lain yang disadap adalah Jusuf Kalla yang menggunakan Samsung SHG-Z370, Andi Mallarangeng memakai Nokia E71, Widodo Adi Sucipto dengan Nokia E66, serta Hatta Rajasa, Sofyan Djalil, dan Sri Mulyani Indrawati memakai Nokia E90.

Menurut pendapat saya :
 Perkembangan telematika yang semakin canggih tidak menjamin bahwa keamanannya sudah baik. Dengan adanya kasus seperti ini membuktikan bahwa keamanan telekomunikasi di Indonesia masih sangat lemah dan harus diperbaiki lagi. Jika pemerintah tidak meningkatkan keamanan telekomunikasi di Indonesia maka hal tersebut bisa membahayakan bangsa Indonesia sendiri karena rahasia yang ada di Indonesia bisa didapatkan oleh negara lain. Kurangnya keamanan telekomunikasi juga meresahkan masyarakat. Bagaimana tidak, jika pejabat Indonesia saja bisa disadap apalagi jika hanya seorang masyarakat biasa. Tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi yang biasa kita lakukan sehari-hari akan disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Dampak Gadget pada Anak Usia Dini
Masa kecil adalah masa yang indah untuk mengenal dunia, untuk belajar berinteraksi secara langsung dan mengalami berbagai pertumbuhan. Berbagai interaksi face to face sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak, sehingga nantinya, ia tidak mengalami kesulitan pada saat bersosialisasi dengan teman atau orang lain. Jika dari kecil manusia sudah terlalu banyak bergantung dengan gadget dan minim interaksi langsung, maka anak tersebut nantinya akan merasakan berbagai kendala dalam berinteraksi sosial.
         Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menengah ke atas. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. Gadget memiliki fitur menarik yang ditawarkan dan seringkali membuat anak-anak cepat akrab dengannya. Anak-anak pun sekarang makin banyak menggunakan gadget hanya untuk memainkan game.
         Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget. Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda. Dan peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini. Karena fasilitas yang disediakan oleh gadget tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif juga.
      Berikut merupakan dampak negatif yang biasa langsung terjadi pada anak akibat pengaruh gadget:
Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final.
· Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
· Kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal.
·  Mengalami penurunan konsentrasi.
·  Mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan.
·  Malas menulis dan membaca.
·  Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Ekternal dan internal.


Menurut pendapat saya :
Pengaruh perkembangan teknologi memiliki banyak dampak terutama terhadap anak-anak yang dari usia dini sudah diperkanalkan pada gadget. Dampak positif yang diberikan ialah banyaknya aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran anak. Untuk anak-anak yang masih balita dan belum bersekolah, mereka dapat melatih pengenalan huruf dan warna dari aplikasi-aplikasi yang banyak disediakan di pasar gadget seperti Google Play dan Appstore. Untuk anak-anak yang telah bersekolah, mereka juga dapat mendownload aplikasi yang dapat mendukung belajar mereka di sekolah dan sebagai media hiburan dikala anak tersebut merasa bosan. Selain sebagai media belajar dan hiburan, sekarang ini anak diberikan gadget sebagai media komunikasi, baik untuk berkomunikasi dengan orang tuanya maupun dengan teman-temannya.
Tetapi pemberian gadget tersebut juga bisa memiliki dampak negatif apabila salah dalam penggunaannya. Penggunaan gadget yang terlalu sering untuk anak-anak bisa membuat mereka jadi enggan bersosialisasi dengan orang lain. Mereka cenderung lebih asik dengan gadget dari pada bersosialisasi dan bermain dengan anak seusianya. Mereka juga lebih cepat merasa puas dan tidak mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu dikarenakan kemudahan-kemudahan yang diberikan pada permainan di gadgetnya.
Menggunakan gadget yang terlalu lama juga merupakan hal yang tidak baik karena selain bisa merusak mata dengan melihat layar yang terlalu lama, jam belajar anakpun akan terganggu. Anak juga akan sulit berkonsetrasi karena pikiran mereka telah terbagi-bagi antara belajar dan meneruskan permainannya.
Maka dari itu, sebaiknya para orang tua memberikan batas terhadap pemberian gadet kepada anaknya. Ada baiknya anak hanya diberi penggunaan gadget pada jam-jam tertentu saja sehingga tidak akan mengganggu waktu belajar dan bermain anak sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya. Pastikan juga setiap kali anak menggunakan gadget agar selalu diawasi oleh orang tua.


Sumber :
http://fachryfadilla.blogspot.co.id/2015/01/pendapat-mengenai-contoh-kasus.html

TELEMATIKA

TELEMATIKA

Telematika merupakan singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu “Telematique” yang dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Telematika juga dikenal sebagai ICT (Information and Communication Technology) yaitu merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TELEMATIKA
Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode. Pertama adalah periode perintisan yang berlangsung pada akhir tahun 1970 hingga akhir tahun 1980. Pada periode tersebut pembelajaran teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia sudah mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, serta komputer mulai dikenal di Indonesia walaupun penggunanya masih terbatas.
Periode kedua ialah periode pengenalan yang berlangsung antara tahun 1990 hingga akhir tahun 1999. Teknologi telematika sudah banyak dikenal dan digunakan masyarakat. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Pada tahun 1994 internet telah masuk ke Indonesia dan setahun setelahnya juga hadir televisi swasta nasional. Periode ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Periode ketiga atau periode terakhir disebut juga sebagai periode aplikasi. Periode ini dimulai pada awal era tahun 2000 saat pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika.
Hingga saat ini perkembangan teknologi melaju dengan cepat. Banyak diciptakan media teknologi yang hanya dengan satu alat bisa memiliki banyak fungsi contohnya adalah kemajuan teknologi handphone. Pada awalnya handphone hanya bisa mengirimkan pesan dan suara berupa telepon tetapi sekarang handphone juga bisa digunakan untuk mendengarkan radio, menonton video bahkan pelacakan navigasi berbasis internet melalui GPS.

TREN TELEMATIKA DI INDONESIA
Tren telamatika di Indonesia akan berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Kini masyarakat bisa dengan mudah mencari ataupun berbagi informasi baik melalui telepon, televisi maupun internet. Tren tersebut juga akan berkembang lebih baik lagi bila diiringi dengan sumber daya yang mendukung.
Pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti dengan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi.





 Sumber :


Wednesday, August 19, 2015

Prosedur urus PI

Haiii jadi di sini gue mau sekedar berbagi informasi aja dari hasil pengalaman gue sendiri menjalani PI sampai dengan selesai. Tapi ada dua hal yang mau gue ingetin ke kalian.Pertama, informasi yang gue tulis di sini mungkin berbeda dengan yang kalian jalanin karena kadang kalo kita berhadapan sama orang lain bagian staff atau yang lainnya kalo beda orang suka beda nyuruhnya-_- dan yang kedua gue adalah mahasiswi dari jurusan Sistem Informasi jadi buat yang jurusan lain mungkin loket, tata cara, dan yang lainnya ada yang berbeda jadi harap disesuaikan lagi yaaa

Jadi setelah lo menjalani proses pembuatan PI (penulisan dan aplikasi) dengan benar maka lo akan diberi Surat ACC dari dosen pembimbing lo beserta beberapa lembar kertas, yaitu kertas nilai (ada yang dimasukiin ke dalam amplop dan ada yang gak dimasukkin ke amplop), kertas data diri, dan surat persetujuan sidang serta persyaratan yang harus dibawa pada saat mendaftar sidang. Untuk mendaftarkan diri ikut sidang itu ada di BAAK Loket 17 dan yang harus dibawa adalah pas foto formal 4x6 hitam putih 2 lembar, dan fotokopi KRS yang ada tulisan mengambil Penulisan Ilmiah.

Saat sidang pastikan lo berpakaian rapih dan jangan lupa membawa 3 eksemplar penulisan PI lo (1 aja yang diprint, yang 2nya lagi fotokopian juga gapapa), aplikasi yang dibuat (kalo aplikasi di hp, bawa hpnya, kalo aplikasi dekstop bawa laptopnya), presentasi sidang yang udah ditranparansi, dan laptop buat jaga2 kalo diruangan lo gak ada OHP jadi presentasi dari laptop. Nanti kalo udah jamnya itu biasanya ada dosen yg keluar ruangan buat nyuruh isi daftar hadir sekaligus absen. Jadi nanti yang masuk ke ruangan itu berdasarkan urutan lo isi daftar hadirnya. Proses sidang juga cuma sebentar kok maksimal sekitar 20 menit/orang tp biasanya 10-15 menit udah selesai sidangnya.

Setelah selesai sidang biasanya lo akan menerima surat revisi beserta nama dan nomor hp salah satu dosen penguji lo. Kalo bisa sih kerjain revisi itu secepatnya mumpung otak juga masih anget2 ngebahas itu hehehe. Kalo udah selesai ngerjain revisi itu lo hubungin deh dosen yg kasih nomor hp di lembar revisi minta ketemu buat ngasih hasil revisinya. Yang perlu dibawa adalah lembar revisi dari dosen penguji, kertas hasil yang udah direvisi, dan PI yang saat sidang (buat perbandingan dosen penguji kalo lo beneran udah ngerevisi yang salah). Setelah itu lo di ACC sama dosen penguji deh.


Tahap-tahap selanjutnya adalah :
1.       Hardcover penulisan yang udah direvisi. Pastiin udah gak ada yang salah lagi ya baru dihardcover.
2.       Upload file ppt PRESENTASI SIDANG  distudentsite kalian buka dibagian perpustakaan trus pilih yg upload penulisan ilmiah. Jangan lupa definisikan sebagai presentasi sidang dalam bentuk PDF! Kalo semua isinya udah diisi dengan benar maka lo bisa “Cetak Bukti Upload Presentasi Sidang” hasilnya berbentuk barcode gitu.
3.       Janjian ketemuan sama Dosen Pembimbing buat minta tanda tangan beliau dilembar pengesahan PI yang udah dihardcover.
4.       Pergi ke perputakaan (di seberang loket Ujian Mandiri gedung 5) verifikasi bukti upload presentasi sambil membawa : barcode yang diprint dari studentsite dan hardcover PI yang udah ada tanda tangan dosen pembimbing.
5.       Masukkan penulisan PI dan aplikasi lo ke CD yang udah dikasih cover (bisa print cover CD didekat kampus banyak).
6.       Ke bagian Sekretariat Jurusan di D422 buat minta tanda tanga Ketua Jurusan sambil membawa : CD, hardcover PI, dan lembar revisi yang dikasih dosen penguji. Biasanya PI kita ditinggal disitu nanti kalo udah ditanda tanganin PI kita bakal ditumpuk nanti tinggal ambil deh


Foto-foto terkait :