Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat
mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android
menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka.
Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc. yang merupakan pendatang baru yang
membuat piranti lunak untuk ponsel/smartphone.
Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium
dari 34 perusahaan piranti keras, piranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk
Google, HTC, Intel, Motorola, Qual- comm, T-Mobile, dan Nvidia.
Android adalah sistem operasi yang disematkan pada gadget, baik itu handphone, tablet, juga sekarang sudah merambah ke kamera digital
dan jam tangan. Saat ini gadget
berbasis Android, baik tablet ataupun handphone
begitu digandrungi. Selain harganya yang semakin terjangkau, juga banyak varian
spesifikasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kantong. (Wahadyo, 2013)
Awal sistem Android yang dirilis yaitu Android beta pada
bulan November 2007. Sedangkan versi komersial pertama, Android 1.0, dirilis
pada September 2008. Sejak April 2009, versi Android yang dikembangkan diberi
kode nama yang berdasarkan makanan pencuci mulut dan makanan manis. Tiap versi
dirilis sesuai urutan alfabet, yakni Cupcake (1.5), Donut (1.6), Eclair
(2.0-2.1), Froyo (2.2-2.2.3), Gingerbread (2.3-2.3.7), Honeycomb (3.0-3.2.6),
Ice Cream Sandwich (4.0-4.0.4), Jelly Bean (4.1-4.3), dan Kitkat (4.4+). Pembaruan
terbaru versi Android adalah Lollipop 5.0 dirilis pada 3 November 2014. (Salbino,
2014).
Tabel 1.1 Perbandingan Minat Versi Android
Tabel 1.1 menunjukkan bahwa berdasarkan versi dailytech, Android versi Kitkat menempati
urutan tertinggi dengan persentase peminatan mencapai 39,8 %. Posisi kedua
ditempati oleh Jelly Bean dengan API 17 yaitu sebesar 18,1% sedangkan masih
pada versi yang sama dengan API 18 hanya sebesar 5.5%. Versi Froyo menempati
posisi terakhir dengan hanya memiliki persentase sebesar 0,3% saja dan hanya
berbeda sedikit dengan Android versi terbaru yaitu Lollipop API 22 yang
memiliki 0,7%.
Pada umumnya, handphone
dan tablet Android memiliki fisik dan fitur yang serupa, walaupun untuk
beberapa produk ada yang dikembangkan sendiri, seperti Acer yang menyematkan
port mini HDMI dan USB pada Iconia Tab A500, atau juga Asus yang memaketkan
tambahan docking keyboard pada EEE Transformer.
1.
Tampilan LCD, jenis LCD yang dipadukan dengan
Android adalah yang sensitif terhadap sentuhan. Hampir semua produk dengan
sistem operasi Android yang ada dipasaran saat ini memiliki fitur layar sentuh.
2.
Kamera, umumnya pada Android tablet menggunakan
dua buah kamera, depan dan belakang. Sedangkan pada Android handphone umumnya kamera hanya di
belakang saja.
3.
Speaker, speaker internal ini disematkan untuk
memenuhi kebutuhan multimedia.
4.
Mic, mid ini juga disematkan untuk memenuhi
kebutuhan multimedia, seperti merekan atau perintah dari suara.
5. Tombol
Power, tombol yang umumnya terletak sisi bagian samping ini jika ditekan akan
mengunci tablet/handphone, dan jika
ditekan agak lama akan muncul pilihan Power
Off, Silent Mode, atau Airplane/Flight Mode.
6. Tombol
Volume Up/Down, tombol ini untuk
menaikkan atau menurunkan volume. Baik itu untuk pengaturan ketika mendengarkan
musik/video, sedang bertelepon, atau yang lainnya.
Daftar Pustaka :
Wahadyo, Agus., S, Sudarma. 2012. Tip Trik Android untuk Pengguna Pemula Tablet & Handphone. Jakarta:
Mediakita.
Murtiwiyati, Glenn Lauren. 2013. "Rancang Bangun
Aplikasi Pembelajaran Budaya Indonesia Untuk Anak Sekolah Dasar Berbasis
Android". Jurnal Ilmiah KOMPUTASI. No. 2, Vol. 12. PP 1-10.
Wahadyo, Agus. 2013. Android
4 untuk Pengguna Pemula Tablet & Handphone. Jakarta: Mediakita.
Salbino, Sherief S.Kom. 2014. Buku Pintar Gadget Android untuk Pemula oleh Penulis. Jakarta:
Kunci Komunikasi.
URL : http://www.dailytech.com/Android+Lollipop+Nears+10+Percent+Market+Penetration+After+Half+a+Year+in+the+Wild/article37333.htm
diakses pada tanggal 3 Juli 2015.
